Ijinkan Hati Bicara... google-site-verification: google642dcb3a3836b309.html

11 Des 2008

Rinduku padamu

Kembali kutelusuri sisi malam ini
Pada setapak demi setapak kenangan
Lalu terhenti pada bias rembulan.


Pada gugusan bintang coba kuukir wajahmu
Wajah yang mulai pudar dari memoriku
Yang hampir merabun dikikis waktu
Dan entah ke mana manis senyum yang selalu membuatku luluh dulu
Di andromeda pun aku tak mampu melukisnya lagi.


Ke mana lagi bisa ku temukan kau hai pelukis hati…
Di langit biru esok pagi…
Ataukah ke pantai karang terjal?

Ke mana lagi bisa ku cari kau hai pembawa cinta…
Merenung dahulu siapa diri…
Ataukah berlari memburumu sekuat tenaga…?




Share

10 Des 2008

Di mana

Malam kian pekat, entah seperti apa aku merindukanmu. Seperti dingin malam ini, ataukah seperti bintang yang malu pada malam?

Di sini sunyi, seperti gelisah jangkrik di luar sana, begitu pula aku gelisah menanti khabarmu.

Telah lama kau pergi meninggalkan kota ini, dengan hanya meninggalkan seberkas kenangan tanpa satupun kata pisah. Sudah sedemikian parahkah luka yang kau sandang itu? Terlalu pahitkah kenangan yang coba kuukir indah di hari kebersamaan kita yang sedikit?
Cobalah sedikit kau mengerti, kita di sini bukan kanak-kanak yang hanya bisa berlari dan meminta. Ada banyak hal yang harus kita lakukan bukan hanya bercinta.
Ke mana senyum dashyatmu yang membuat aku harus berlutut pada Tuhan meminta cinta...?
Ke mana manjamu yang membuat aku bangga memeluk...?
Haruskah hilang hanya karena noktah yang tak berarti? Haruskah?

Sudah lama kau tak di sini. Sayup-sayup kabarmu pun tak ku dengar lewat angin. Entah ke mana kau pergi... Tidakkah kau tahu, semakin detik berjalan, semakin gelisah memaku aku dan tak mampu berbuat apa-apa?




Share

9 Des 2008

Rindu Senyummu

Sepertinya semakin jurang itu menganga
Menjauhkan segala harapan yang susah payah kubangun kemarin.
Ada apa gerangan tak sebentuk senyum kau tuluskan untukku?
Adakah seucap salah telah ku kibaskan ke hatimu?
Berkatalah untukku barang sebait meski tanpa senyum
Mana ku tahu di mana salah jika diam kau anggap emas?

Tuturkan saja semua silsilah durjanaku bila ada
Sebisa mungkin jangan satu kau sembunyikan di ruang hati
Sebisa mungkin juga akan ku terima
Mungkin caci maki atau apapun ingin kau kata
Sebab aku ini akan lapang dada
Asalkan bisa kau senyum sejukan hatiku.




Share

Menghindari Rasa

Kupastikan rasa ini hanya untukmu
Mingkin bagimu akan terasa tawar ketika terkecap
Namun inilah semua yang bisa ku beri
Untukmu adalah segala ketulusan…
Untukmu adalah segala kejujuran…
Untukmu adalah segala kesetiaan…

Mungkin kau akan berpaling dan menjauh
Tak peduli betapa senyumanmu ku butuh ‘tuk damaikan hati.
Mungkin kau tak akan merasa nyaman bersamaku
Tak peduli betapa aku selalu ingin membelaimu
Tapi satu hal tak bisa kau hindari…
Rasa ini sudah dalam mencintaimu.

Bilang saja sekarang kalau kau tak butuh aku
Lari saja sekarang dari kenyataan ini
Lekas-lekas, sebelum terlambat
Jauh-jauh dari sini…
Jangan pula singgah ke tempat di mana aku bisa pergi
Karena aku pasti akan terus mencarimu.




Share