Ijinkan Hati Bicara...: Penantian Cinta google-site-verification: google642dcb3a3836b309.html
Tampilkan postingan dengan label Penantian Cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penantian Cinta. Tampilkan semua postingan

15 Des 2008

Tak Bisa Terlelap



Sudah malam
Sangat larut kini…
Telah terlelapkah kamu di sana?
Di sini aku ingin segera bermimpi
Namun bayangmu masih setia berkelana di redup mataku.

Sudah malam, sudah hampir pagi di sini
Harusnya telah cukup aku merindukanmu
Lalu mengikuti ajakan malam mengunjungi mimpi
Tapi masih seperti tadi
Aku tak lelah menatap matamu dalam bayang di langit kamar

Di sini, akan seperti ini setiap malam
Bayangmu akan datang lalu pergi. Hanya bayangmu.
Sempat berpikir dari jauh-jauh dulu
Ingin bayangmu kuhalau jauh jika bisa
Tapi entah kenapa…
Aku semakin merindukanmu.


gambar di copet dari sini




Share

10 Des 2008

Di mana

Malam kian pekat, entah seperti apa aku merindukanmu. Seperti dingin malam ini, ataukah seperti bintang yang malu pada malam?

Di sini sunyi, seperti gelisah jangkrik di luar sana, begitu pula aku gelisah menanti khabarmu.

Telah lama kau pergi meninggalkan kota ini, dengan hanya meninggalkan seberkas kenangan tanpa satupun kata pisah. Sudah sedemikian parahkah luka yang kau sandang itu? Terlalu pahitkah kenangan yang coba kuukir indah di hari kebersamaan kita yang sedikit?
Cobalah sedikit kau mengerti, kita di sini bukan kanak-kanak yang hanya bisa berlari dan meminta. Ada banyak hal yang harus kita lakukan bukan hanya bercinta.
Ke mana senyum dashyatmu yang membuat aku harus berlutut pada Tuhan meminta cinta...?
Ke mana manjamu yang membuat aku bangga memeluk...?
Haruskah hilang hanya karena noktah yang tak berarti? Haruskah?

Sudah lama kau tak di sini. Sayup-sayup kabarmu pun tak ku dengar lewat angin. Entah ke mana kau pergi... Tidakkah kau tahu, semakin detik berjalan, semakin gelisah memaku aku dan tak mampu berbuat apa-apa?




Share

9 Des 2008

Rindu Senyummu

Sepertinya semakin jurang itu menganga
Menjauhkan segala harapan yang susah payah kubangun kemarin.
Ada apa gerangan tak sebentuk senyum kau tuluskan untukku?
Adakah seucap salah telah ku kibaskan ke hatimu?
Berkatalah untukku barang sebait meski tanpa senyum
Mana ku tahu di mana salah jika diam kau anggap emas?

Tuturkan saja semua silsilah durjanaku bila ada
Sebisa mungkin jangan satu kau sembunyikan di ruang hati
Sebisa mungkin juga akan ku terima
Mungkin caci maki atau apapun ingin kau kata
Sebab aku ini akan lapang dada
Asalkan bisa kau senyum sejukan hatiku.




Share

Menghindari Rasa

Kupastikan rasa ini hanya untukmu
Mingkin bagimu akan terasa tawar ketika terkecap
Namun inilah semua yang bisa ku beri
Untukmu adalah segala ketulusan…
Untukmu adalah segala kejujuran…
Untukmu adalah segala kesetiaan…

Mungkin kau akan berpaling dan menjauh
Tak peduli betapa senyumanmu ku butuh ‘tuk damaikan hati.
Mungkin kau tak akan merasa nyaman bersamaku
Tak peduli betapa aku selalu ingin membelaimu
Tapi satu hal tak bisa kau hindari…
Rasa ini sudah dalam mencintaimu.

Bilang saja sekarang kalau kau tak butuh aku
Lari saja sekarang dari kenyataan ini
Lekas-lekas, sebelum terlambat
Jauh-jauh dari sini…
Jangan pula singgah ke tempat di mana aku bisa pergi
Karena aku pasti akan terus mencarimu.




Share

16 Agu 2008

Datang

Juga ketika kau datang tadi malam
Ketika senja yang tadi baru saja aku lewati berbisik pelan
Kau datang bukan karena aku.


Kau tahu, betapa bersoraknya aku mendengar kau akan kembali kesini. Setidaknya kelam rasa hingga sepi yang menyiksa hari-hariku selama ini bisa sedikit berubah cerah dengan hadirmu ini. Ini bukan pertama kali aku mengharap kita akan merangkai harapan yang sama. Bukan pertama kali doa ini kusuk aku minta kau ada disini. Entah akan seperti apa rongga-rongga dalam dada yang selama ini kosong terhisap rasa rindu yang selalu terbang mencarimu lewat malam sepi yang tak pernah bosan datang menjumpai setiap hari. Rasa dalam hati ini sudah mati rasa karena merindumu.
Detik yang berputar hari ini terasa begitu lambat. Sudah malaskah waktu ini berjalan karena kau akan datang menengok? Ataukah kegelisahan karena rindu yang membuat waktu berhenti sesaat dan berjalan lagi sesaat? Apapun itu, sekarang ini aku sedang menikmati yang namanya menunggu.




Share

9 Mei 2008

Kita belum bertemu


Mungkin kita belum bertemu
Atau Mungkin terlalu cepat kita bertemu
Ataukah aku yang terlambat datang ke hatimu
Apapun itu...
Aku kini di sini dengan cinta
Menantimu di ujung segala pengharapan
Memuja di segala penjuru aku akan pergi

Waktu akan terus berjalan
Siang akan tertinggal ketika senja merapat
Akan ada hati merapuh ketika perjalanan ini harus terjadi
Akan ada kerinduan ketika jarak mulai terentang
Saat ini...
Pada kesepian dan angin
Pada malam dan hening
Aku ingin menunjukan untukmu satu titik
Bahwa cintaku tak pernah salah mencintaimu.

Aku ingin membuka setiap relungmu
Dengan meminjam bintang untuk ku jadikan saksi
Lalu pada pagi aku ingin tenggerkan embun pada daun hijau taman hatimu
Tapi itu tak akan bisa kulakukan
Jika pintu hatimu masih terkunci ketika malam baru mulai merapat
Bukankah sudah kukatakan dulu
Aku hanya ingin meletakan sebuah dian di pintu hatimu
Yang akan kunyalakan dan akan terus bernyala
Ketika gelap duka menghampirimu?

Seandainya waktu memang tak akan pernah memberi ijin
Aku ada diantara nama-nama yang tertulis dihatimu
Tolong ajari aku
Bagaimana berpijak pada bekas jejakmu




Share

17 Jan 2008

Resah

Mungkin memang mimpi telah melelapkanmu sejak senja
Hingga teriak batinku yang menyentuh bintang tak bisa singgah di peraduanmu
Mungkinkah terhalang mendung di hatimu?




Share

24 Nov 2007

Rindu Part Two

Mungkin memang mimpi telah melelapkanmu sejak senja...
Hingga teriak batinku yang menyentuh bintang tak bisa singgah di peraduanmu.
Entah terhalang apa...

Setiap hari aku ada disini...
Mungkin bisikku tak akan terdengar
Tapi teriakku juga tak mampu lagi nyaring.
Bisakah lewat angin kutitipkan kata rindu
Tentang aku di sini...
yang begitu ingat kamu.

Hari ini, lewat hujan, lewat mendung...
Akan kutitipkan petir ke sisimu
Biar jantungmu bergelegar sebagaimana aku disini




Share