Bawa Beta Pulang
Share
google-site-verification: google642dcb3a3836b309.html
Adalah kesalahan sangat fatal, jika penulis mengabaikan
ejaan yang baik dan benar, apalagi jika ini bertalian dengan karya sastra,
karya puisi. Puisi adalah bahasa yang bentuknya dipilih dan ditata secara
cermat sehingga mempertajam kesadaran orang akan pengalaman dan membangkitkan
tanggapan khusus lewat penataan bunyi, irama dan makna khusus (KBBI). Memang puisi
sekarang bukanlah puisi yang masih terikat oleh rima, matra, bait dan larik. Tetapi
sampai kapanpun puisi akan selalu terikat oleh bahasa induknya. Kesalahan dalam
menulis tanda baca atau huruf dalam puisi bisa berakibat puisi tersebut
kehilangan makna di tangan orang-orang yang membacanya. Apalagi jika puisi
dihasilkan dari bahasa daerah yang rumit, yang tidak pernah didengar orang
lain, maka semakin sulitlah puisi tersebut mempertajam kesadaran orang.Zahania,
Aku menjerang terik di batas kota
Menyambutmu yg datang sebagai hujan
Zahania, jika ada kata yg ingin kau sampaikan
Katakanlah lewat tetes hujan yg jatuh
Jangan lagi kau tulis di tengah mendung dan gelisah...
Zahania, ribu waktu ribu senja
Kita masih suka bermain kesenjangan
Sementara di sana, di utara cakrawala
Ada yg kusebut kemarau terus membakar
Menjadikan aku tak lebih dari jelaga
Zahania, dalam cinta sudah hening padam
Aku masih berupaya tak kehilanganmu...
Kupang, Oktober 2013
Tag puisi, puisi cinta, puisi rindu, Zahania