Satu kisah pernah hilang dengan dia Menghancurkan tanpa ampun Menyakitkan tanpa hati Semuanya bermula dari ketidakjujuran
Sekarang di sini ada kau Terlelap dalam pelukku dengan lugumu Hariku sudah kau isi dengan kisah yang penuh kasih Penuh canda riang kadang cemburu Tak ada yang tak sempurna Semuanya terlihat indah
Malam ini, diantara mimpimu Getir masa lalu kembali kuingat Terbayang jelas semua kisah masa lalu dulu Semua hanya bermula dari sebuah pesan pendek Terkirim untukmu dari seseorang yang asing bagiku Penuh romantisme yang melayangkan jiwa Tapi bagiku pahatan luka baru Di atas luka lama yang hampir mengering
Kau sempat menyangkalinya beberapa kali Tapi apalah guna bagiku Semua sudah jelas sekarang Bahwa aku harus meragukan kesetiaanmu Bahwa aku harus lebih pasti bertanya sekarang Jika cinta lain kau pelihara diam-diam
Jujur saja, saya termasuk orang yang tidak pernah tahu harus berbuat apa saat valentine. Setiap tahun, valentine adalah hari yang biasa saja bagi saya. Tak ada yang istimewa.
Namun kali ini, dalam kesendirian saya ingin membuat Valentine kali ini menjadi sedikit istimewa dengan postingan kumpulan puisi saya. Saya tak pernah memberi judul pada puisi ini. Karena sebenarnya puisi ini saya sudah lama saya buat dan sudah ada yang pernah saya posting di blog ini. Puisi ini saya buat saat di tangan saya tak ada pena dan kertas, sehingga inspirasi yang datang terpaksa saya tuangkan ke dalam hp butut saya. Dan karena kapasitas hp yang kecil sehingga saya pun menulis dengan seadanya. Puisi ini pun bisa di kirim sebagai sebagai hadiah valentine, bisa berupa sms valentine ataupun kata-katanya bisa di tulis di kartu ucapan Valentine.
Tapi saya hanya ingin bilang, bahwa tidak semua puisi di sini untuk valentine, karena sebagian adalah puisi tentang kekecewaan.
Selamat Menikmati bacaan anda kali ini dan Selamat Valentine 2009
Dia adalah misteri. Berawal dari sebuah pertemuan yang tak disengaja lalu sampai pada perpisahan yang mendadak. Ada sesuatu yang tak bisa dilupakan dari pertemuan itu. Sesuatu yang belum sempat aku maknai, sesuatu yang tak sempat aku pikirkan. Kebersamaan setengah hari yang sempat terukir itu akan tetap jadi sebuah sejarah. Meski harus diakui tak ada yang indah dari sedikit waktu itu, tapi bagiku melihat dan menikmati ceria wajahnya menghadirkan sesuatu yang lain pada rasa yang telah lama kusembunyikan dibalik dingin gerimis setiap hari. Ya, rasa yang terus berkecamuk dalam hati ini, rasa yang mengalir begitu kuat tak terbendung, rasa yang bahkan tak mampu kudefinisikan sebagai apa. Entah apakah kekaguman ini terlalu berlebihan untuk dimaknai ataukah aku yang terlalu menikmati rasa yang menikam ulu hati ini.
Dia adalah misteri. Sejauh sekarang Dia ada. Sejauh itu tangan ini tak mampu menggapainya, bahkan Dia kini tak terlihat meski samar di jauh. Dia, hanya pada sebuah potret yang sempat tertinggal senyumnya mampu kujangkau. Senyum yang begitu tulus, ada damai di sana. Di senyum itu. Potret inilah yang selalu kuraba untuk yakinkan diri bahwa wajahnya tak akan kulupakan. Dia, hanya pada sebuah bayang yang samar terlihat, mampu kupeluk dirinya meski wangi tubuhNya pun tak mampu kuhirup.
Dia entah ada di mana sekarang. Khabar dariNya yang selalu kunanti tak pernah kudengar lagi. Mungkin Dia memberi khabar, tapi tak pernah sampai dengan selamat ke indra pendengaranku. Ataukah Dia di sana terlalu sibuk menyulam hari hingga lupa bahwa sesungguhnya aku di sini masih tak percaya pernah berjumpa denganNya. Atau mungkinkah saat ini Dia terlalu sibuk bersama yang lain?
Dia tetap misteri. Misteri yang masih belum mampu kugali tentang apakah Dia juga mendapatkan rasa yang sama yang ketika kita bertemu. Tentang apakah Dia di sana juga seperti aku saat ini yang selalu menanti khabar.
Dia adalah cerita dari di hari-hariku. Akan jadi sebuah legenda. Dia yang aku yakini akan selalu membuka hatiNya kapan pun aku mau datang. Dia yang selalu menantiku dengan setia. Dia yang aku yakini selalu memberi maaf tiap aku salah. Dia yang tak pernah bosan mendengar segala keluh dan setiap rintihanku. Dia yang selalu memberi aku apapun yang aku minta. Dia yang selalu memberi kekuatan untuk terus melangkah dan jangan pernah menyerah sekali pun duri dan lumpur dalam menghadang setiap jalan. Dia yang tak pernah bosan memberi semangat setiap aku jatuh dan terluka. Dia yang selalu menjanjikan aku bahagia bila mencintaiNya dengan sungguh sungguh. Dia yang tak akan pernah meninggalkan aku.
Dia, aku hanya ingin memegang tanganNya lagi dan bersama menyusuri setiap jalan yang ingin aku lewati nanti.
Terengah lelah
Perjalanan panjang satu etape baru saja selesai
Ada sedikit saat menikmati rehat
Lepas dahaga untuk etape berikut.
Entah ke mana nanti itu tempat
Semua bahkan belum terbayang angan.
Ada banyak catatan kegagalan
Tersimpan rapi dalam sebuah kopor tua lusuh
Esok lusa mungkin bisa di buka lagi demi sebuah perenungan
Lalu akan jadi cerita sejarah buat cucu
Bahwa di sinilah leluhur membuat kau hebat.
Sedikit lagi etape kedua akan dimulai
Tapi ambil dan bakar dulu kresek berisi catatan kebahagiaan
Besok tak perlu ada yang tau itu
Toh semuanya berakhir tak indah
Lagi pula ceritanya sudah ada di catatan kegagalan,
Dan mereka akan tau seperti apa kebahagiaan
Setelah merenungi arti kegagalan.